twitter
rss



Menangis adalah salah satu bentuk komunikasi. Ketika sang anak belum dapat berkomunikasi dengan baik, tentunya menangis adalah jalan terbaik untuk berkomunikasi dengan orang lain apalagi  ketika keinginannya tidak tersalurkan. Pada anak spesial umumnya, awal terapi sampai kira-kira 3-4 x pertemuan pasti si anak akan menangis, Mengapa ? karena awal terapi adalah proses adaptasi dengan lingkungan dan orang baru ( terapis ). Selain itu menangis adalah bentuk penolakan alamiah/ penghindaran terhadap stimulus yang diberikan oleh terapis karena ia merasa belum mampu merespon dengan baik.
Tentunya kita sebagai orangtua merasa tidak tega jika mendengar anak menangis saat terapi sampai meraung-raung, muntah-muntah dan prilaku lainnya yang muncul untuk meminta perhatian orangtuanya yang ia sudah mengetahuinya bahwa selama ini kita sebagai orangtua selalu menjadi dewa penolong. Menurut Ibu Siti Saadah, A.Md.TW dan Ibu Sri Darmayanti, A.Md. TW selaku terapis wicara yang berpengalaman di bidangnya, jika hal ini terjadinya maka sebaiknya kita sebagai orangtua menanyakan hal ini kepada terapis yang bersangkutan, memberikan kepercayaan terhadap terapis, memberikan kesempatan pada anak untuk beradaptasi dengan lingkungan dan orang baru, jangan terburu-buru untuk mengganti terapis karena ini akan membuat anak mulai beradaptasi lagi, tinggalkan anak jika memang tidak tega saat ia menangis. Namun jika sudah 3 bulan anak masih menangis juga, maka hal ini perlu di diskusikan dengan terapis yang bersangkutan untuk mendapat jalan yang terbaik untuk si anak.


(amel/TCAP/II/2016)