twitter
rss




Balita umumnya sudah diperkenalkan makanan sejak ia mulai layak untuk mendapatkan MPASI atau makanan pendamping asi. Setidaknya sejak selesainya ASI eksklusif di usia 6 bulan sang anak telah diperkenalkan dengan makanan yang awalnya bertekstur halus karena memang pada masa ini organ pencernaanya baru dapat mencerna dengan baik. Seiring dengan bertambahnya usia tentunya anak juga harus diperkenalkan dengan berbagai macam tekstur makanan dari yang halus, lunak sampai kasar seperti layaknya makanan orang dewasa normal.
Namun terkadang, ada kalanya anak usia 1 tahun yang seharusnya sudah mendapatkan makanan bertekstur kasar tetapi ia belum mampu untuk mengunyahnya sehingga sering terjadinya muntah atau tersedak. Karena hal ini, banyak pula orangtua yang akhirnya tetap memberikan makanan halus atau diganti susu agar si anak tetap mendapatkan nutrisi. Tentunya ini bukanlah salah satu solusi yang baik, sampai kapan si anak harus terus diberikan makanan halus sementara usianya terus bertambah besar. Jika hal ini terjadi, sebaiknya orangtua harus waspada karena bisa jadi ketidakmampuan si anak mengunyah makanan kasar tersebut disebabkan adanya gangguan oral motor.
Perlu diketahui bahwa proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan di mulut, mengunyah dan menelan. Keterampilan dan kemampuan koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperan dalam proses makan tersebut. Pergerakan morik berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan proses makan di mulut atau disebut gangguan oral motor seringkali berupa gangguan mengunyah makanan. Hal inilah yang mengakibatkan anak hanya bisa minum susu dan tidak bisa makan jenis lainnya. Bila gangguan oral motor ini tidak di atasi segera, maka anak akan terus tidak mampu untuk makan makanan yang bertekstur kasar dan bisa jadi ada kemungkinan akan mempengaruhi kemampuan bicaranya kelak. Segeralah konsultasikan ke dokter anak atau terapis wicara untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

(amel/tcap/VII/16)